Pernah suatu saat saya menerima sebuah SMS dari operator ISP saya, isinya kira-kira seperti ini, "Janganlah mengerjakan yang menghabiskan hidup anda, tapi kerjakanlah pekerjaan yang membangun hidup anda."
Dari situ saya berpikir bahwa jalan hidup yang saya ambil ini sangat sesuai dengan kalimat bijak tersebut.
Saya sering heran melihat rekan-rekan saya di kampus setelah lulus S1 pada beramai-ramai mencari pekerjaan profesional. Parahnya lagi, walaupun kami semua adalah lulusan dari fakultas Sastra, namun mereka kebanyakan mencari dan melamar lowongan kerja pada bank-bank, baik bank swasta maupun bank BUMN. Saya begitu heran, sebab selain tidak nyambung dengan jurusan kami, mereka juga berlomba-lomba untuk menjadi pekerja profesional yang harus menurut kepada atasan dan kebijakan-kebijakan perusahaan. Kebanyakan dari mereka pun harus dengan terpaksa tinggal di kota yang berbeda dengan kota tempat mereka lahir atau kota tempat orangtua mereka tinggal.
Mereka benar-benar rela sampai harus berpisah dengan orang-orang yang mereka sayangi hanya karena sebuah pekerjaan. Padahal gaji yang mereka dapatkan pun tidak seberapa, belum lagi biaya hidup yang lebih besar karena semua harus ditanggung sendiri, mulai dari biaya kost, biaya transportasi, hingga biaya makan sehari-hari.
Sedangkan saya sendiri telah meneguhkan hati untuk mencari penghidupan dengan cara saya sendiri, salah satunya adalah dengan menjadi English article writer di salah satu website tentang Android. Saya mulai mengambil langkah ini setelah mendapat inspirasi saat berjalan-jalan di salah satu toko buku dan setelah mendengar sepatah kata dari salah satu dosen saya yang sangat saya hormati. Dia berkata, "kalau uang sih bisa dicari dimana aja."
Benar-benar sepenggal kalimat yang inspiratif, bukan?
Sekarang saya telah memiliki visi untuk 5 tahun ke depan yang jauh lebih visible dari visi saya pada saat saya masih mahasiswa baru.
So, doakan saya ya agar semua visi saya bisa tercapai.... ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar